"Manusia membaca sikapmu, Tuhan membaca apa yang tersembunyi dari dirimu"



"Manusia membaca sikapmu, Tuhan membaca apa yang tersembunyi dari dirimu"


Tapi manusia tidak pernah selesai membaca sikap, akan selalu ada titik buta sehingga benar masih bisa terlihat salah dan salah masih bisa dianggap benar. Tapi Tuhan tidak, Ia (Tuhan) selalu dapat membaca apa yang bahkan tak terlihat, hitam adalah hitam, putih adalah putih. Benar tetap benar, salah akan tetap salah. Mau sebanyak kau bersumpah, Tuhan tak pernah percaya kata-kata, Ia menelusuri lebih jauh, ke dalam hatimu, ke dalam pikiranmu, Ia hanya percaya apa yang kau perbuat dan apa yang ada dihatimu, apa yang ada dikepalamu. Sebab dusta dan kejujuran bisa mengada-ngada, tapi Tuhan tak pernah suka bercanda.

Manusia pintar menemukan segala cara untuk mengakali dusta agar terasa menjadi ketulusan, tapi Tuhan yang menciptakan kepintaran, tak pernah sekalipun mengakali manusia. Kami hanya terkecoh oleh isi kepala sendiri, oleh kata-kata, oleh sikap yang tak selesai dibaca, oleh rasa yang tak pernah diolah, oleh logika yang bercampur dengan egosentris manusia.

Manusia tak pernah selesai membaca sikap, sebab ia diburu tenggat, disergap harap, didesak ragu, dibuntuti ambisi, diselimuti validasi.

Komentar