Berhenti denial atas emosi negatif:upaya mengelola perasaan buruk
Bagaimana cara seseorang yang tidak pernah banyak bercerita mengeluarkan emosi negatifnya?
***
Tentu kita sering mendengar ungkapan bahwa memendam emosi sendirian itu sangat tidak baik untuk kesehatan. Sebagai manusia, kita tentu hidup dengan berbagai situasi yang sangat mempengaruhi sudut pandangn kita, perasaan kita, hingga cara kita menanggapi suatu hal.
Dengan banyaknya rentetan kejadian yang dialami tentu semuanya dapat mengundang emosi dalam berbagai bentuk perasaan. Sebagai manusia yang normal kita tidak akan pernah terlepas dari emosi-emosi tersebut. Emosi yang dimiliki kita tersimpan dalam berbagi bentuk perasaan seperti sedih, marah, kecewa, takut, hawatir dan bentuk perasaan lainnya. Ada beberapa dari kita lebih mudah mengekspresikan perasaan, namun juga tidak sedikit dari kita kesulitan untuk mengekspresikan perasaan. Tentu hal tersebut disebabkan oleh banyak faktor.
Ada masa dimana perasaan-perasaan kita tidak tersalurkan dengan baik, sehingga banyak dari kita hanya sampai memendamnya sendiri. Pada kenyataannya hati dan pikiran kita merupakan sebuah tempat yang juga memiliki kapasitas untuk bisa menampung berbagai emosi.
Bayangkan ibarat hati dan pikiran kita adalah sebuah gelas, ketika gelas tersebut sudah terisi penuh dengan air tentu banyak air yang tumpah. Begitu juga dengan emosi manusia yang jika terus dipendam ia akan memenuhi isi gelas tersebut sehingga kapasitasnya berlebihan. Maka ada saatnya dimana emosi tersebut akhirnya harus dilepaskan, tentu menurutku harus dengan cara yang baik tidak melukai diri sendiri dan orang lain.
Seringkali kita menipu diri sendiri atas perasaan yang kita alami, kita seringkali lari dari emosi yang kita rasakan sehingga mengabaikan kebutuhan diri untuk membuang emosi negatif tersebut yang akan sangat berpengaruh terhadap diri hingga menjadi parahnya adalah akan berpengaruh terhadap hubungan kita dengan orang lain.
Sekalipun kita lari sejatinya emosi tersebut tidak pernah hilang dan pergi, ia tetap masih ada jauh di alam bawah sadar kita, seperti bom waktu yang bisa meledak kapan saja, emosi negatif yang terus menerus ditolak keberadaannya akan meledak tanpa pernah kita duga. Hanya perlu waktu untuk bisa meledak, hanya butuh pemicu untuk bisa terluapkan.
Ada banyak cara yang sebetulnya sederhana yang bisa dilakukan untuk bisa mengurai emosi negatif dalam diri kita. Dan kegiatan-kegiatan tersebut biasa dan sering kita lakukan. Ada orang yang dengan melakukan journaling sebagai salah satu media untuk mengurai emosi negatifnya, kita bisa lebih jujur dan bebas menuliskan apa saja yang menjadi kegelisahan kita dalam proses menulis tersebut. Bagi orang-orang yang memang merasa kurang nyaman bercerita dengan orang lain satu cara ini paling tepat untuk bisa dilakukan. Tidak harus jago menulis untuk bisa mengekspresikan perasaanmu disana. Menurutku menulis bisa menjadi obat, sebab dalam aktivitas menulis ada proses mengelola mencari tau apa yang sebetulnya kita rasakan dan menuliskan segala apa yang ada dikepala kita meski dengan sangat random.
Ada juga beberapa dari kita menggunakan musik sebagai media mengurai emosi negatifnya, mendengarkan musik atau memainkan alat musik bisa menjadi alternatif untuk melepaskan emosi negatif yang dirasakan. Beberapa dari kita merasa lebih baik setelah mendengarkan musik pilihannya. Ide ketiga lainnya adalah Seni, melukis, membuat kerajinan tangan, pergi ke galeri seni atau kegiatan lainnya yang berkaitan dengan seni juga bisa menjadi pilihan untuk melepaskan emosi negatif yang terpendam. Ada beberapa orang yang merasa lebih baik perasaannya ketika menggambar, membuat kerajinan tangan, atau pergi ke galeri seni.
Cara lain untuk mengurai emosi negatif yang sangat sederhana adalah dengan menonton film, menonton film sebagai cara untuk melepaskan emosi negatif memiliki cara kerja yang sama sebagaimana ketika kita mendengarkan musik. Beberapa dari kita mencoba untuk mengekspresikan perasaan tersebut dengan menonton film yang dirasa cocok untuk melepaskan perasaan negatifnya.
Selain daripada cara yang sudah kutulis, tentu ada banyak cara lain yang bisa dan biasa digunakan oleh kita untuk bisa melepaskan emosi negatif dalam diri kita. Salah satunya juga adalah beribadah, berbincang dengan Tuhan, menurutku ini juga sangat ampuh. Dengan kita lebih mengingat Tuhan kita percaya dan menyadari ada zat yang Maha besar yang bisa mengendalikan apa yang tidak bisa dikendalikan oleh manusia.
Namun apapun bentuk kegiatannya, baik dengan bercerita, pergi ketempat yang tenang atau apapun itu, yang paling penting dalam sebuah usaha melepaskan emosi negatif adalah kita perlu mengakui emosi yang kita rasakan, menerima perasaan tersebut dan tidak denial terhadap keberadaannya.
Kita perlu untuk menyelami diri lebih dalam tentang emosi yang dirasakan agar kita tidak mengambil keputusan yang salah akibat daripada tidak berpikir logis. Emosi yang terpendam mampu mengaburkan cara pandang kita terhadap sesuatu. Tidak perlu dipendam, kita bisa mengekspresikannya dengan cara yang menarik yang kita ingin, selama tidak melukai diri sendiri, tidak melukai orang lain. Kita punya kuasa penuh untuk memilih cara yang tepat yang bisa diterima oleh diri kita untuk mengekspresikan diri dalam rangka mengurai emosi negatif itu agar tak menularkannya pada orang lain dan menggerogoti diri kita sendiri.
Hal-hal diatas tentu adalah opiniku tentang cara setiap orang dalam mengurai emosinya. Tentu setiap orang punya cara unik yang berbeda dalam mengatasi perasaan negatifnya tersebut. Kita bisa belajar dari banyak orang tentang bagiamana pengelolaan diri dan emosi yang mereka lakukan sebagai referensi untuk terus menjadi manusia yang sadar dan waras.
Kalau aku sendiri mencoba melakukan semua cara diatas dalam usaha mengelola dan menyalurkan emosi negatif. Dan semua cara diatas memang sangat berpengaruh, barangkali hal itu juga berlaku bagi sebagian besar orang.
Sumber foto: pinterest
Komentar
Posting Komentar