"tentang Kamu" sebuah cerita tentang perjalanan penerimaan hidup

Setelah sempat beberapa kali aku  mencoba untuk bercerita tentang isi buku yang menurutku isinya cukup berat tapi juga banyak menjadi diskursus oleh beberapa orang atau kelompok, yaitu tentang isu feminisme dan segala hal tentang probelmatika perempuan yang akhir-akhir ini menjadi sorotan dan selalu menarik untuk dibahas tapi juga selalu menjadi rumit dan tidak pernah habis untuk didiskusikan. 

Kali ini aku ingin bercerita tentang sebuah novel yang lebih ringan isinya, meski begitu menurutku sarat akan makna. Sebetulnya aku bukan orang yang amat gemar membaca buku, masih skala suka tapi tidak selalu melakukannya, terlebih membaca sebuah novel. Sampai akhirnya aku menemukan salah satu novel yang membuatku jadi gemar membaca novel sampai hari ini. 

Aku ingat betul saat itu novel pertama yang membuatku jatuh cinta pada membaca adalah buku yang ditulis oleh Eka Kurniawan. Siapa yang tidak mengenal penulis keren satu ini? Meski belum banyak karyanya yang aku baca, tapi satu buku itu saja sudah cukup untuk mengetahui kualitas daripada tulisan karyanya. 

Tapi kali ini aku tidak sedang ingin bercerita tentang buku karya Eka Kurniawan. Ada satu buku yang juga belum lama ini aku baca dan aku sangat jatuh cinta dengan ceritanya. Adalah novel karya Tere Liye. Jujur sekali, ini adalah novel pertama Tere Liye yang aku baca, seperti yang sudah aku ceritakan sebelumnya bahwa aku kurang tertarik membaca novel.

Aku kira tulisan-tulisan Tere Liye selalu berisi tentang romansa, maka dari itu aku tidak mencoba untuk membacanya karena kurang tertarik dengan buku atau film bergenre romansa, bukan tidak suka, hanya kurang minat. Tapi ternyata aku salah menduga tentang bukunya satu ini. Berawal dri kebosanan karena aktivitas yang monoton dan alasan lainnya yang membuatku berpikir harus melakukan sesuatu, aku datang kesebuah perpustakaan sebari memikirkan buku mana yang harus aku baca, tidak ada alasan khusus kenapa akhirnya buku Tere Liye dengan judul Tentang Kamu yang kupilih. Barangkali karena sampulnya yang menarik dengan gambar sepasang sepatu sambil memikirkan wah sepertinya ini buku tentang percintaan yang berakhir sedih, ditambah dengan potongan kalimat yang berada pada bagian belakang buku “Terimakasih untuk kesempatan mengenalmu, itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku. Cinta memang tidak perlu ditemukan, cintalah yang akan menemukan kita". demikian penggalan dialog yang tertulis dibelakang novel Tere Liye. 

Tentang Kamu adalah Novel yang erat dengan berbagai nilai kehidupan,  bercerita tentang makna sebuah perjuangan, petualangan, persahabatan, kekeluargaan, penerimaan hidup, perjuangan memeluk rasa sakit, dan romansa. 

Hal yang paling membuatku terkesan dari cerita ini adalah bagaimana perjalanan hidup Sri Ningsih sebagai tokoh utama yang diceritakan dalam novel ini sebagai seorang yang memberi wasiat kepada salah satu firma hukum di London yang memiliki reputasi tinggi tentang perlindungan hukum bagi orang-orang tua dan hartanya. Dalam ceritanya, Sri Ningsih merupakan anak seorang nelayan yang tinggal di desa nelayan, kehidupannya sangat bahagia dengan keluarga kecilnya, sampai masalah besar datang menimpa Sri Ningsih kecil secara membabi buta. 

Banyak bagian cerita yang paling membuatku sedih, salah satunya adalah ketika Sri Ningsih diperlakukan sangat kasar dan tidak manusiawi oleh ibu tirinya, saat itu usia Sri Ningsih masih sangat belia, tapi ia harus berjuang sendirian mencari nafkah, mengurus semua pekerjaan rumah yang dibebankan kepada Sri Ningsih oleh ibu tirinya. 

Ada satu momen dalam penggalan cerita ini yang sangat menyentuh, adalah ketika Sri Ningsih pulang malam hari dengan tidak membawa apapun kerumah, namun malah diusir oleh ibu tirinya dan dibiarkan tidur diluar rumah dengan kondisi cuaca sedang hujan deras. 

Tapi bagaimanapun perlakuan ibu tirinya yang buruk terhadapnya, ia tidak menyimpan rasa benci,  Sri Ningsih memiliki hati yang tulus, dan tidak pendendam, ia selalu memberikan kasih sayang yang penuh untuk ibu tiri dan adiknya. 

Sampai Sri Ningsih hidup dewasa dan ia memutuskan untuk keluar dari kampung halamannya, sebab ia percaya bisa mewujudkan mimpi besarnya dengan syarat ia harus keluar dari Pulau Bungin, sebuah pulau kecil tempat dimana ia lahir dan menjalani kehidupan yang kompleks. Mulailah Sri Ningsih berkelana menjalani kehidupan yang tidak mudah. 

Perjalanan hidupnya panjang dan penuh tantangan, yang paling membuatku merasa seperti sedang menyaksikan perjalanan kehidupan seseorang sungguhan didunia nyata adalah bagaimana Sri Ningsih dengan berdarah-darah mencoba berjuang di tempat asing baginya, mulai dari mencari pekerjaan apapun untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, sesulit apapun masalah yang dihadapinya ia tak pernah patah semangat, tidak pernah terpuruk, selalu berusaha menciptakan kesempatan baik untuk dirinya dan belajar untuk memeluk segala kehidupan. 

Menurutku dalam cerita ini, Sri Ningsih merupakan tokoh perempuan fiksi favoritku, bagaimana tidak, ia merupakan perempuan yang cerdas, bersahaja, pantang menyerah, dan penuh kasih sayang terhadap siapapun, begitulah kurang lebih yang aku lihat dari tokoh Sri Ningsih. Semangat, keyakinan dan usahanyalah yang mengantarkannya pada kehidupan yang lebih baik. 

Dari cerita ini aku banyak belajar tentang bagaimana kehidupan akan terus berjalan, kita hanya perlu mengupayakan apa yang ingin kita perjuangkan dengan sepenuh hati, dengan bersungguh-sungguh. Dengan harta yang dimilikinya tidak membuat hidup Sri Ningsih berubah menjadi glamor, hidupnya jauh dari kemewahan, ia tetap memilih hidup sederhana dengan kesahajaan yang dimilikinya, ia selalu dicintai oleh orang-orang yang bertemu dengannya karena kebaikan hatinya dan kesahajaannya, selain itu hal lain yang sangat mengena bagiku adalah bagaimana ia mampu memeluk rasa sakit dan kehilangannya.

Selama tujuh puluh tahun kehidupannya, Sri Ningsih mengalami banyak kehilangan dan rasa sakit, ia sering diperlakukan buruk oleh orang-orang yang justru sebetulnya sangat diperlakukan baik oleh Sri Ningsih, namun luar biasanya adalah tidak sekalipun Sri Ningsih menaruh benci terhadap siapapun yang membencinya, ia memilih untuk berdamai dengan rasa sakit itu.

Sri Ningsih berdamai dengan setiap episode kehidupannya, hal ini yang mengajarkanku tentang makna dari penerimaan hidup. Dan yang terakhir adalah semangat yang tidak pernah padam dari sosok Sri Ningsih untuk bisa terus belajar hal baru, melakukan banyak hal sebagai pembelajaran hidup, berani mengambil risiko dan keputusan besar, barangkali karena ia sudah sering mengalami kehidupan yang berat dan menyakitkan maka dari itu ia tidak lagi takut kehilangan apapun. Ia sudah belajar banyak tentang rasa sakit dan penerimaan diri.

Kisah seru yang mengharu biru, dengan alur cerita maju mundur menyuguhkan cerita-cerita yang amat indah. Setiap episode kehidupan Sri Ningsih yang ditemukan oleh Zaman (seorang pengacara yang diberikan kepercayaan untuk menyelesaikan kasus penanganan warisan Sri Ningsih dan mencari wasiatnya) serupa potongan puzzle besar untuk bisa menemukan jawaban besar tentang wasiat dan warisan dari sosok Sri Ningsih, perempuan sederhana nan bersahaja yang cerdas  dan penuh kebaikan hatinya.

Begitulah sedikit cerita tentang bagiamana isi dari novel Tentang kamu karya Tere Liye, yang sangat mengundang rasa penasaranku dan memberikan efek ketagihan untuk terus membacanya.

Selain tentang tekai-teki wasiat dan warisan Sri Ningsih, novel ini sangat mengaduk emosi bagi kamu yang membaca melalui rentetan peristiwa yang dialami Sri Ningsih. Sekalipun ini hanya cerita fiksi menurutku buku ini penuh dengan refleksi tentang kehidupan.

Membawaku kembali menanyakan kedalam diri tentang apa yang sebetulnya ingin kutemukan dalam kehidupan, apa yang sebetulnya ingin kulakukan dalam rentetan kehidupan yang entah kapan berakhir, bisa menjadi rentetan panjang, atau rentetan singkat. Meski kita tidak bisa membandingkan puzzle kehidupan kita dengan tokoh dalam novel ini, namun setidaknya kita bisa belajar untuk mengenal kedalam diri tentang makna hidup dan kehidupan. 

Sejujurnya, setelah membaca novel ini aku merasa kecil sebab merasa tidak melakukan hal luar biasa, tidak melakukan hal hebat, dan hal bermakna, terlepas dari perasaan kecil itu aku akhirnya ingin mencoba kembali menyusun puzzle kehidupan yang sering berantakan. Satu hal lagi dari cerita novel ini adalah kita juga bisa belajar untuk tidak perlu merasa gengsi melakukan pekerjaan apapun selama itu baik. Sesekali aku berpikir ingin menjadi Sri Ningsih kedua, maksudku dengan kerpibadiannya yang indah, demikianlah aku menyebutnya. 

Apakah ada sosok seperti Sri Ningsih dikehidupan nyata?. Itu menjadi pertanyaanku seusai membaca novel ini.





Komentar

Postingan Populer